22 September 2022

2.CASH FLOW

Personal Selling: Pengertian, Tujuan, Ciri, Jenis dan Contoh

Sejak dulu, personal selling adalah teknik penjualan yang sering dilakukan oleh para salesperson kepada pembeli dengan cara memperkenalkan produk hingga akhirnya terjadi akad jual beli.

Meskipun perkembangan teknologi menciptakan bentuk-bentuk pemasaran baru seperti telesales, email marketing, periklanan dan lain sebagainya, namun personal selling adalah skill penting yang tidak bisa diabaikan oleh seorang pebisnis.

Hal ini dikarenakan personal selling dapat membantu konsumen menyadari manfaat dari produk yang ditawarkan secara efektif.

Untuk mempelajari lebih jelas tentang pengertian, ciri-ciri hingga contoh personal selling, silakan simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, ya. 

Apa itu Personal Selling?

Pengertian personal selling adalah sebuah bentuk komunikasi antara penjual dan calon pembeli, di mana komunikasi ini memberikan informasi mengenai produk yang ingin dijual dan membujuk calon pembeli untuk membeli produk tersebut.

Dengan menggunakan personal selling, diharapkan para calon pembeli tertarik untuk  membeli produk tersebut berdasarkan pengalaman yang dimiliki oleh si penjual.

Bahkan hari ini, personal selling adalah sebuah metode menjual barang atau jasa yang sering kali kita temukan di beberapa platform sosial media. 

Apakah kamu pernah menyadarinya?

Ciri-ciri Personal Selling

Lantas, bagaimana caranya kamu mengetahui bahwa seseorang sedang melakukan personal selling atau tidak? 

Gampang, dalam hal ini, kamu bisa mengetahui ciri-ciri personal selling seperti:

1. Hubungan Akrab Secara Cultivation

Ciri pertama dari personal selling adalah terjadinya sebuah hubungan antara si penjual dan juga pembeli.

Di mana sang penjual menggunakan metode untuk memuji calon pembeli, sehingga akan terbentuk sebuah perasaan simpati dan ingin membeli produk tersebut.

Dengan terbentuknya hubungan ini, diharapkan pembeli juga bisa setia menggunakan produk tersebut.

Baca juga: Peluang Pasar Adalah: Definisi dan 4 Metode Efektif Analisisnya

2. Terbentuknya Sebuah Tanggapan (Response)

Sesuai namanya, personal selling adalah sebuah teknik penjualan menjual barang dengan pendekatan yang lebih personal ke pembeli.

Oleh karena itu, dapat dipahami pula bahwa ciri personal selling adalah terbentuknya sebuah tanggapan antara penjual dan calon pembeli. 

Maksudnya, calon pembeli merasa perlu mendengarkan penjelasan penjual dalam menjelaskan produk yang akan dijualnya.

Jadi meskipun calon pembeli tidak membeli produknya pada saat itu juga, tetapi setidaknya mereka sudah memahami keuntungan dari produk yang kamu tawarkan.

3. Hubungan Langsung Secara Personal Confrontation

Perlu diingat, personal selling adalah teknik penjualan barang maupun jasa yang memperlihatkan kebutuhan baik dari penjual dan juga pembeli. 

Adanya komunikasi yang terjalin ini diketahui mampu menciptakan sebuah hubungan langsung secara personal confrontation.

Secara tidak langsung, penjual dan pembeli akan memiliki kebutuhan dan keinginan yang sama.

Alhasil, pembeli akan merasa senang membeli produk tersebut karena sesuai dengan kebutuhannya. 

Di sisi lain, penjual juga senang bahwa produknya terjual sesuai dengan kebutuhan si pembeli.

Kelebihan dan Kekurangan Personal Selling

Setelah mengetahui pengertiannya, maka selanjutnya, tentu kamu juga harus memahami apa saja kelebihan dan kekurangan personal selling.

Mari kita bahas terlebih dahulu kelebihan dari personal selling yang bisa kamu dapatkan. Adapun beberapa kelebihan personal selling adalah sebagai berikut:

1. Personal selling adalah teknik penjualan yang membuat penjual dan pembeli saling berinteraksi sehingga bisa terjalin kepercayaan antara kedua belah pihak.

2. Personal selling adalah teknik penjualan yang bisa mencapai audiens lain yang tidak bisa dijangkau dengan direct selling.

3. Personal selling adalah sebuah teknik dalam menjual barang dan jasa dengan komunikasi dua arah, sehingga penjual bisa mendapatkan feedback langsung dari pembeli mengenai barang atau jasa yang dijualnya.

4. Personal selling adalah salah satu metode marketing yang bisa mengajak calon pembeli untuk meluangkan waktu dan mendengarkan informasi seputar produk yang ditawarkan.

Selanjutnya, pembahasan seputar kekurangan dari personal selling adalah sebagai berikut.

1. Dengan menggunakan metode personal selling, penjual membutuhkan waktu dan juga sumber daya yang banyak untuk bisa mengubah prospek menjadi pelanggan setia.

2. Perusahaan perlu melakukan training kepada salesperson, yang artinya akan memakan waktu dan juga biaya lebih.

3. Jangkauan penjualan dari barang terbatas, karena tidak bisa dijangkau melalui TV, radio, atau media iklan lainnya.

4. Memerlukan biaya operasional yang cukup banyak.

Baca juga: Biaya Operasional Adalah: Pengertian, Komponen, Cara Hitung

Tujuan Personal Selling

Sebenarnya, tujuan personal selling bukan hanya untuk menaikkan penjualan semata saja, lho. 

Adapun beberapa tujuan personal selling yaitu:

1. Membangun hubungan erat dengan pembeli dalam jangka panjang.

2. Mengetahui kekurangan fasilitas penjualan, sehingga bisa mendapat informasi di pasar sekaligus menyempurnakannya di kemudian hari.

3. Membangun awareness dari brand itu sendiri dengan cara mengedukasi calon pembeli dengan manfaat dan keuntungan yang ditawarkan dari produk tersebut.

4. Memberikan produk yang memiliki fungsi sesuai dengan kebutuhan pembeli sehingga bisa membantu kegiatan marketing sekaligus memberikan layanan dan juga dukungan yang baik untuk pembeli.

5. Mempertahankan serta meningkatkan loyalitas pembeli dan bisa mendapatkan pembeli baru.

6. Meningkatkan angka penjualan dengan cara membujuk dan adanya komunikasi antara pembeli dan penjual.

7. Meningkatkan penerimaan produk baru oleh pembeli.

8. Memberikan informasi yang lebih jelas mengenai produk yang dijual.

Baca juga: Brand Awareness : Cek Teori, Indikator dan Cara Meningkatkan

Manfaat Personal Selling

Setelah mengetahui tujuan dan apa yang dimaksud dengan personal selling, mungkin sekarang kamu bertanya-tanya apa manfaat dari metode ini. 

Adapun beberapa manfaat personal selling adalah sebagai berikut.

1. Membuat Tanggapan

Dengan menggunakan metode personal selling, sebenarnya kamu menciptakan tanggapan antara penjual dan pembeli. 

Pembeli pun akan mendengarkan produk yang ditawarkan oleh penjual. 

2. Bisa Bertemu Langsung dengan Pembeli

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, personal selling adalah sebuah komunikasi yang terjalin antara pembeli dan penjual dalam kegiatan pemasaran.

Dengan adanya personal selling, penjual merasa lebih mudah ketika ingin mengetahui kebutuhan pembeli yang sesungguhnya seperti apa.

3. Memperkuat Hubungan

Dengan terjadinya komunikasi dua arah antara penjual dan pembeli, personal selling ini bisa memperkuat hubungan antara penjual dan pembeli. 

Alhasil, penjual bisa mendapatkan loyalitas pembeli mereka.

Contoh Personal Selling

Sampai di sini, mungkin kamu juga penasaran bagaimana contoh personal selling

Agar lebih paham, penjelasan seputar contoh personal selling adalah sebagai berikut.

1. Usaha B2B (Business to Business)

Perusahaan yang memiliki fokus B2B ini biasanya akan menjangkau para calon klien secara online dan juga offline. 

Alhasil, terjadilah komunikasi 2 arah antara klien dan juga pemilik usaha yang akhirnya bisa menutup penjualan dengan pendekatan personal selling.

Baca juga: 5 Cara Mengembangkan Upaya Berpikir Inovatif dalam Berwirausaha

2. Toko Retail

Jika hobi berbelanja secara offline dan senang bertanya-tanya mengenai produk yang akan dibeli, maka secara tanpa sadar, sebenarnya kamu berada dalam metode personal selling, lho.

Hal ini tentunya akan gampang kita temukan di toko retail dengan staf penjual yang senantiasa akan membantu ketika kesulitan dalam memilih produk.

3. Penjualan dari Satu Pintu ke Pintu Lain

Terdapat beberapa usaha yang masih menerapkan penjualan dari satu pintu ke pintu lain atau biasa disebut door to door.

Penjualan ini menggunakan konsep personal selling, di mana staf penjual akan datang ke rumah calon pembeli dan menawarkan produk sehingga terjadi komunikasi dua arah antara penjual dan pembeli.

Strategi dalam Personal Selling

Selanjutnya, kamu juga harus tahu mengenai strategi yang bisa dilakukan dalam personal selling itu sendiri. Berikut penjelasannya.

1. Tim Penjual dengan Sekelompok Pembeli

Strategi ini dilakukan dengan menurunkan sebuah tim salesperson, di mana mereka akan melakukan presentasi mengenai informasi produk di hadapan kelompok calon pembeli.

2. Sales (Pramuniaga) dengan pembeli

Sebagai pramuniaga, sudah menjadi tugas mereka untuk mengedukasi dan memberikan informasi mengenai barang dagangannya kepada calon pembeli.

3. Penjualan dengan Menggunakan Seminar

Dalam strategi ini, terdapat tim penjualan dari perusahaan yang kemudian akan mengedukasi dan juga memberi tahu manfaat dari produk kepada para pembeli yang telah dikumpulkan dalam satu waktu.

4. Sales (Pramuniaga) dengan Kelompok Pembeli

Sebagai sales, mereka bisa saja melakukan sebuah presentasi di depan para kelompok pembeli. 

5. Penjualan Melalui Sebuah Konferensi

Strategi ini akan mendatangkan berbagai narasumber dari perusahaan untuk bertemu dengan para calon pembeli. 

Kedatangan narasumber ini diperlukan untuk membahas dari berbagai macam masalah dan juga peluang dari produk yang akan ditawarkan.

Setelah membaca ulasan di atas, kamu pasti lebih paham tentang apa itu personal selling, ciri-ciri hingga contohnya. 

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan personal selling adalah hal yang perlu dimiliki oleh seorang penjual untuk meraih penjualan sesuai target. 

Nah, jika kamu ingin mendapatkan informasi tentang keuangan lainnya, jangan lupa kunjungi artikel-artikel kami di blog Ruang MeNYALA. Semoga ulasan ini bermanfaat, ya! 

Baca juga: 13 Cara Mengelola Keuangan Usaha Kecil yang Efektif

0 comments

MENYALA
PROMO

Nikmati berbagai promo menarik yang bikin kantongmu selalu financially fit!